“Heryawan Gubernur Pekerja Keras” | Kesaksian Seorang Jurnalis


kang AherSetia Lesmana
@Setialesmana
Journalist

Bismillah, tweeps ijinkan sy cerita ttg sosok Ahmad Heryawan @aheryawan, yg b’pasangan dgn Deddy Mizwar di Pilgub Jabar 2013 nanti.

Sy berusaha obyektif berdasarkan pengalaman meliput aktivitas @aheryawan selama ±6 bulan thn 2008-2009.

Sy setiap hari mengikuti aktivitas Kang @aheryawan diawal-awal beliau menjabat orang no.1 di tanah Pasundan itu.

Ahmad Heryawan mrp sosok pekerja keras. 5 dari 7 hari dlm seminggu dihabiskannya utk keliling seluruh kota/kabupaten di Jabar.

Senin s/d Jumat @aheryawan kunjungi lbh dr 1 lokasi (4-5 lokasi) perhari di peloksok Jabar. Start jam 06.00 kembali ke Bdg malam.

Tak jarang @aheryawan kembali ke Rumah dinas lewat pkl 00. Nmn tdk langsung tidur meski paginya sdh ditunggu jadwal superpadat.

Di salah 1 teras di sudut Pakuan, sambil melepas penat @aheryawan msh memeriksa surat2 masuk dan usulan agenda dari Sekpri.

Surat undangan menumpuk setiap harinya, dari ceramah dikampus, pesantren, temu tani, bupati/walikota bhkn undangan khitanan sgala.

Meski Kang @aheryawan nyaris setiap hari tidur diatas jam 12 malam, nmn msh sempat mimpin Shubuh berjamaah di Mesjid Pakuan.

Dlm bbrapa kesempatan ngobrol, @aheryawan bertekad buktikan bhw rakyat nggak salah milih dirinya, dgn cara bekerja keras.

Heryawan sadar, banyak orang yg meragukan kompetensinya krn dia belum punya pengalaman di eksekutif ataupun birokrasi.

Selama ini Gubernur Jabar berasal dari kalangan elit (militer atau birokrasi). Sedangkan Heryawan berasal dari rakyat kebanyakan.

Karakter proletar itu pula yg mengubah wajah rmh dinas Pakuan mjd wajah merakyat yg bebas dikunjungi kalangan manapun.

Heryawan melakukan desakralisasi Pakuan yg dulu hanya mjd “milik” para inohong bukan rakyat biasa.

Dlm catatan sy, 5 hal yg jd prioritas Heryawan diawal kepemimpinannya: pendidikan, kesehatan, lap kerja, pertanian, infrastruktur.

Heryawan mengaku terkejut saat tahu rendahnya angka partisipasi sekolah di Jabar, provinsi yg punya segalanya dr sisi SDA.

Dan slh 1 penyebabnya adl soal ruang kelas yg jmlh jauh dari cukup. Disemua strata pendidikan.

Heryawan pun memutar otak genjot pembanguan ruang kelas baru di seluruh Jabar. Apadaya, APBD Jabar tergolong kecil.

Dia lakukan efisiensi dgn memangkas biaya2 rapat dan hal2 yg gak perlu utk naikkan angggaran pendidikan.

Heryawan jg mengetuk pintu industri2 di Jabar utk mengalokasikan dana CSR utk bangun ruang kelas baru.

Thn 2008, ide2 naikkan angg pendidikan belum bisa dieksekusi Heryawan krn dia dilantik saat APBD sdh ketok palu.

Dan selama 2009-2011 Heryawan sukses membangun 20.000 ribu ruang kelas baru dan menaikkan angka partisipasi sekolah.

Heryawan diganjar gelar Doktor Honoris Causa dri slh 1 Universitas Korsel, krn rekornya membangun 6.000 ruang kelas ditahun 2009.

Heryawan selalu bilang, pendidikanlah yg bisa memutus lingkaran kemiskinan. Sy bisa “naik kelas” krn saya sekolah hinggga sarjana.

Heryawan jg prihatin dgn tingginya angka kematian bayi dan ibunya saat melahirkan. Heloww Ini Jabar loh…

Dlm berbagai kesempatan pidato heryawan selalu bandingkan kematian akibat kecelakaan pesawat dgn kematian bayi dan ibu melahirkan.

@aheryawan: “Saat penumpng 1 psw Adam Air jatuh, semua heboh dan berkabung berhari2, tp tdk dgn kematian bayi & ibu melahirkan”

Heryawan pun sediakan beasiswa utk gadis2 desa yg mau jadi bidan, selesai sekolah mrk balik mengabdi di kampungnya.

Heryawan juga bangun ratusan Puskesmas dgn fasilitas standar dan lengkap (PONED) setiap tahunnya di setiap kecamatan di Jabar.

Thn 2010 Heryawan bangun 100 unit P. Poned; 2011 (100) dan 2012 (200). Bandingkan di era Dani yg hanya sekitar 100-an (selama 5 thn).

Pendidikan dan Kesehatan, dua hal paling penting bagi kualitas SDM di Jabar, begitu Heryawan selalu katakan.

Kerja Keras jg ditunjukkannya dlm membangun infrastruktur jalan (provinsi), paling trasa infrastruktur Jalan di Jabar selatan.

Namun kadang orang tdk bisa membedakan mana jln provinsi, kabupaten/kota, mana nasional. Shg jk ada jalan rusak Heryawan disorot.

Soal layanan publik ini, Heryawan jg benahi dari sistemnya dgn a.l. mendorong LPSE utk transparansi tender.

Heryawan seakan ingin buktikan bhw tdk benar pemimpin berlatar blkg santri spt dirinya abai soal layanan publik & profesionalitas.

Enam bulan meliput kegiatan Heryawan, kesan pekerja kerasnya begitu kuat dimata saya. Mungkin krn sejak kecil terbiasa kerja keras.

Sejak awal Heryawan terapkan sistem “mobile office” dimana sebagian besar waktunya dihabiskan keliling Jabar.

Jadi bukan hanya Jokowi saja yg blusukan ke sudut2 Jakarta, sejak 2008 Heryawan sdh blusukkan ke peloksok2 Jabar.

Hanya saja harus diakui, tim Jokowi lebih pintar mengemas personal Branding Jokowi dibanding tim Heryawan.

Sy tdk tahu, mengapa kerja keras Aher bangun Jabar minim terpublikasi meski sebagian besar waktunya habis kunjungi peloksok Jabar.

Utk sementara sy cukup dulu krn (maaf) hrs segera boarding. Semoga bermanfaat.

————–

Baca Berita Lainnya :

Posted on Desember 28, 2012, in Profile and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Pengunjung Yang Baik Selalu Meninggalkan Komentar. Terima Kasih Atas Kunjungan Anda

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: